Hosulies Markventus

Edit Template

Basic Information

Appereance

Personality

STAT & ATRIBUTES

MIGHT
D 0
DEXTERITY
D 0
INSIGHT
D 0
WILLPOWER
D 0
Edit Template

Overview

Hosulies adalah seorang pemuda yang berasal dari kota pelabuhan tua bernama Varelden, sebuah wilayah kumuh di tepian benua berkabut Noctharyn.

Kota itu dikenal sebagai tempat tanpa hukum, dipenuhi para penipu, pengkhianat, dan orang-orang yang hidup dari kebohongan. Di sanalah Hosulies dilahirkan sebagai anak terbaik yang pernah dibentuk oleh tempat semacam itu.

Lahir tanpa garis keturunan bangsawan, tanpa takdir agung, dan tanpa ramalan yang menjanjikan masa depan istimewa, Hosulies tumbuh dalam kehidupan yang keras dan melarat, seolah dunia sejak awal telah menuliskan penderitaan sebagai bagian dari nasibnya.

Ayahnya bekerja sebagai penulis surat-surat palsu di salah satu distrik pelabuhan, sementara ibunya mencari nafkah dengan menyebarkan kabar bohong kepada para pelaut demi recehan.

Kehidupan semacam itu membuat Hosulies sejak kecil akrab dengan tipu daya, manipulasi, dan seni memelintir fakta.

Meski hidup dari dusta, ironisnya kedua orang tuanya adalah sosok paling jujur yang pernah dikenal Hosulies.

Sejak usia belia, Hosulies telah menunjukkan sesuatu yang membuat orang-orang di sekitarnya merasa gelisah.

Di saat anak-anak lain masih bermain lumpur dan kayu, ia sudah mampu mengetahui kebohongan seseorang hanya dari gerakan mata, memecah dua pihak menjadi musuh hanya dengan sepenggal kalimat, serta memutarbalikkan keadaan hingga pihak yang bersalah justru dipercaya sebagai korban.

Pada awalnya, semua orang menganggapnya sebagai anak yang jenius.

Namun seiring waktu, kekaguman perlahan berubah menjadi ketakutan.

Sebab mereka mulai menyadari bahwa Hosulies tidak sekadar cerdas ia memahami manusia dengan cara yang bahkan tidak mampu dipahami oleh manusia dewasa sekalipun.

- The Hollow Purge

Pada usia tujuh belas tahun, Hosulies menjadi saksi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah Varelden: The Hollow Purge.

Peristiwa itu bermula ketika gereja suci dari kerajaan utara melakukan apa yang mereka sebut sebagai pembersihan dosa terhadap kaum miskin di distrik bawah kota.

Dengan dalih menegakkan kesucian dan keadilan, mereka menyerbu pemukiman tanpa ampun.

Ribuan orang dibantai dan digantung di sepanjang jalan utama sebagai peringatan bagi siapa pun yang dianggap tercemar. Anak-anak dibakar hidup-hidup di hadapan keluarga mereka sendiri, sementara rumah-rumah dibersihkan dengan api suci atas nama keselamatan jiwa.

Namun bagi Hosulies, bagian paling mengerikan dari tragedi itu bukanlah darah yang mengalir di jalanan.

Melainkan bagaimana semuanya bermula.

Tidak dengan ayunan pedang.
Tidak pula dengan dentuman sihir.

Semua itu berawal dari seorang pria berjubah putih yang berdiri di hadapan kerumunan dan menyampaikan sebuah pidato tentang keadilan.

Pidato singkat itu cukup untuk menyalakan fanatisme, mengubah manusia biasa menjadi algojo, dan memberi pembenaran atas pembantaian yang mereka lakukan.

Hari itu, Hosulies menyadari satu hal yang terus ia pegang hingga kini:

“Pedang bukanlah senjata paling berbahaya. Kata-kata itulah yang sebenarnya membunuh.”

Sejak saat itu, konsep tentang kebaikan, kejahatan, keadilan, dan kebenaran kehilangan maknanya di mata Hosulies.

Baginya, semua itu hanyalah alat cerita yang diciptakan manusia untuk membenarkan tindakan mereka sendiri.

Dan sejak hari itulah, kompas moral Hosulies berubah selamanya.

Appereance

Hosulies memiliki postur tubuh yang proporsional untuk seorang pria dewasa, dengan tinggi sekitar 179 sentimeter.

Perawakannya terbilang ideal tidak terlalu atletis, namun cukup tegap untuk memberi kesan tenang dan percaya diri.

Rambut hitam legamnya selalu tampak terawat, memantulkan kilau halus saat terkena cahaya, dan hampir selalu diikat sederhana dalam gaya kuncir kuda yang menjadi salah satu ciri khasnya.

Di balik penampilannya yang tampak rapi, Hosulies jarang menunjukkan ekspresi yang mudah dibaca.

Senyumnya kerap muncul di saat yang tidak tepat, sering kali membuat orang kesulitan menebak apakah ia sedang bercanda, mengejek, atau justru tengah menyembunyikan sesuatu.

Dalam kesehariannya, Hosulies hampir selalu terlihat berjalan santai menyusuri jalanan kota sambil menenteng sebuah buku tua di satu tangan dan tongkat kayu sederhana di tangan lainnya.

Ia paling sering mengenakan jubah putih seorang priest lengkap dengan atribut gereja, penampilan yang terasa ganjil mengingat reputasinya sebagai sosok yang kerap mempermainkan tatanan dan keyakinan banyak pihak.

Sepasang kacamata hitam tipis menjadi ciri paling mudah dikenali darinya. Bagi sebagian orang, aksesori itu sekadar bagian dari gaya berpakaian.

Namun bagi mereka yang mengenalnya lebih dekat, kacamata tersebut justru menambah kesan bahwa Hosulies selalu menyembunyikan sesuatu di balik tatapannya.

Meski demikian, Hosulies dikenal gemar mengganti penampilannya sesuka hati.

Pada kesempatan tertentu ia dapat muncul dengan pakaian seorang pengembala, ilmuwan, pengelana, bahkan busana formal milik kalangan bangsawan, seolah identitas hanyalah kostum yang bisa ia kenakan dan lepaskan sesuka hati.

Tak sedikit yang percaya bahwa perubahan-perubahan itu bukan sekadar selera berpakaian, melainkan bagian dari caranya memainkan peran dalam “cerita” yang sedang ia jalani.

 

Public Information

Beberapa saksi mengaku sesekali melihat Hosulies menatap ke arah ruang kosong, seolah sedang berbicara pada seseorang yang tidak dapat dilihat oleh siapa pun.

Personality

Hosulies memiliki kecenderungan memandang sebagian besar orang sedikit lebih rendah dari dirinya.

Bukan semata karena kesombongan biasa, melainkan karena keyakinan aneh yang ia pegang terhadap dirinya sendiri sebagai The Honored One, sebuah sebutan yang kerap ia gunakan dengan nada bercanda, meski tak sedikit yang merasa ada keseriusan tersembunyi di baliknya.

Sikap superior inilah yang sering membuat para petualang merasa jengkel saat berhadapan dengannya, terlebih karena Hosulies gemar menyampaikan ejekan atau sindiran dengan senyum santai seolah dirinya tengah menyampaikan fakta yang tak perlu diperdebatkan.

Di luar sifatnya yang menjengkelkan, Hosulies juga dikenal memiliki kebiasaan ganjil yang cukup sering menarik perhatian.

Pada saat-saat tertentu, ia dapat tiba-tiba terdiam lalu mulai bergumam pelan seorang diri sambil menggerakkan jemarinya seakan sedang menghitung atau mengalkulasikan sesuatu yang tak dapat dipahami oleh orang lain.

Kebiasaan ini paling sering muncul ketika Hosulies tengah menghadapi situasi rumit, seolah pikirannya sedang menyusun kemungkinan, menimbang hasil, atau membaca pola yang tak mampu dilihat oleh orang-orang di sekitarnya.

Beberapa saksi bahkan mengaku pernah melihatnya menghentikan hitungan itu secara mendadak, tersenyum tipis, lalu bertindak seolah telah mengetahui sesuatu yang akan segera terjadi.

Public Impression

Para warga kerap memuji dan berlaku baik kepada Hosuies lantaran sifatnya yang baik dan ramah terhadap kalangan usia, sebagian besar bahkan rela berdiri paling depan saat membela dirinya

Actual Personality

Sifat aslinya tidak pernah ditampak-kan saat berhadapan dengan para rakyat biasa, tapi berbeda dengan para petualang yang dia nggap pantas untuk menerima sifat aslinya yang sangat menjengkelkan.

Abilties & Powers

Overall Skill Level

Secara keseluruhan, Hosulies tidak menunjukkan kemampuan istimewa yang melampaui batas manusia normal.

Ia tidak memiliki kekuatan destruktif, kemampuan supernatural ofensif, maupun bakat tempur yang menonjol.

Apabila dinilai semata berdasarkan kapabilitas fisik dan daya tempur langsung, Hosulies dapat dianggap sebagai individu biasa yang nyaris tidak memiliki nilai ancaman berarti.

Namun justru kesederhanaan inilah yang menjadikan keberadaannya sulit dipahami.

Terlepas dari keterbatasannya sebagai manusia biasa, Hosulies berkali-kali mampu bertahan dalam situasi yang seharusnya mustahil untuk dilalui oleh orang dengan kemampuan serupa.

Resistance

Daya tahan Hosulies berada pada tingkat manusia normal.

Ia tetap dapat mengalami luka fisik, kelelahan, rasa sakit, keracunan, serta dampak biologis lain sebagaimana manusia pada umumnya.

Ia tidak memiliki resistansi khusus terhadap:

  • sihir,
  • racun,
  • tekanan mental,
  • ataupun efek abnormal lainnya.

Meski demikian, catatan menunjukkan bahwa berbagai upaya untuk melukainya sering kali gagal karena faktor-faktor yang sulit dijelaskan secara logis.

Weapon Mastery

Hosulies tidak memiliki penguasaan khusus terhadap senjata jenis apa pun.

Ia tidak pernah menunjukkan pelatihan formal dalam penggunaan pedang, tombak, busur, ataupun persenjataan militer lainnya.

Tongkat kayu yang kerap ia bawa diketahui lebih sering digunakan sebagai penunjuk, alat gestur saat berbicara, atau sekadar penopang ketika berjalan santai, bukan sebagai alat tempur.

Dalam konfrontasi langsung, Hosulies hampir selalu memilih menghindari pertarungan terbuka.

Physical Capability

Kemampuan fisik Hosulies sepenuhnya berada dalam batas normal manusia dewasa.

Kecepatan, kekuatan, refleks, dan daya tahan tubuhnya tidak menunjukkan karakteristik luar biasa.

Ia dapat dikalahkan dalam pertarungan fisik oleh sebagian besar petarung terlatih.

Karena alasan tersebut, Hosulies sangat jarang mengandalkan konfrontasi langsung dan lebih memilih memanfaatkan kondisi sekitar, psikologi lawan, atau celah situasi untuk bertahan hidup.

Mana Capacity

Hosulies tidak memiliki kapasitas mana.

Ia sepenuhnya tidak mampu menggunakan sihir, melakukan manipulasi elemen, membentuk kontrak spiritual, ataupun mengakses kemampuan berbasis energi magis.

Berbagai percobaan pembacaan mana yang dilakukan terhadap dirinya selalu menunjukkan hasil nihil.

Kondisi ini menjadikannya secara teknis setara dengan manusia non-magis biasa.

Ironisnya, ketiadaan mana tersebut justru menjadi salah satu alasan mengapa banyak pihak kesulitan memahami berbagai fenomena ganjil yang kerap terjadi di sekitarnya.

Special Ability

Markventus Paradox

Meskipun tidak tergolong sebagai kemampuan aktif, Hosulies diketahui memiliki fenomena abnormal yang menyebabkan berbagai kemungkinan buruk terhadap dirinya cenderung mengalami penyimpangan.

Fenomena ini tidak meningkatkan kekuatan serangnya maupun memberinya keunggulan tempur langsung.

Sebaliknya, efek tersebut hanya bekerja secara pasif untuk memastikan Hosulies tetap mampu bertahan dalam situasi yang seharusnya berujung fatal.

Sifat pasti dari fenomena ini hingga kini belum dapat dijelaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *